Kebijakan Impor Minyak Nasional di Tengah Konflik Global

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia mulai mengimpor minyak mentah dari Amerika Serikat secara bertahap. Hal ini dilakukan sebagai upaya pengalihan sumber impor dari Timur Tengah yang saat ini sedang bergejolak.

“Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3) malam.

Bahlil mengungkapkan bahwa keterbatasan dalam kapasitas penyimpanan minyak menjadi salah satu kendala utama. Untuk itu, pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas penyimpanan baru yang bertujuan meningkatkan kapasitas hingga tiga bulan. Ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menghadapi situasi konflik di Timur Tengah.

Indonesia juga telah mendapatkan investor untuk mendukung proyek pembangunan storage di Sumatera. “Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival,” ucap Bahlil. Dalam konteks ketegangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz, kemampuan penyimpanan yang lebih besar diharapkan dapat menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi dampak dari fluktuasi pasar minyak dunia.